Setelah mendengar jawaban Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris terhadap pemandangan umum Fraksi tentang Rancangan Qanun (Raqan) perubahan APBK 2026, DPRK Aceh Besar tetapkan Raqan tentang perubahan APBK 2026 sebagai Qanun dalam Paripurna Ke-9 di Kota Jantho, Senin (28/09/2026).
Sebelumnya, enam Fraksi telah menyampaikan pendapat akhirnya lewat juru bicara masing-masing. Fraksi PAN pendapat akhir disampaikan Rahmat Aulia, S.Pd.I, kemudian Fraksi PA pendapat akhirnya disampaikan Putri Nazarah, SE.
Pendapat akhir Fraksi PKB dibacakan Sarjan. Kemudian Fraksi PKS disampaikan Eka Rizkina, S.Pd. Disusul Fraksi NasDem, Golkar, PPP dan PBB pendapat akhirnya disampaikan Zulfikar, SH., M.Kn, terakhir fraksi Demokrat, PDA dan Gelora pendapat akhirnya disampaikan Tgk. Mahyuddin.
Dengan demikian enam fraksi dapat menerima dan menyetujui Raqan tentang perubahan APBK 2026 didtetapkan sebagai Qanun. Selain itu dalam Paripurna Ke - 9 DPRK telah menetapkan Raqan tentang Gampong Wisata ditetapkan sebagai Qanun. Setelah Bupati H. Muharram Idris menyampaikan pendapat akhirnya.
Diketahui, Qanun Gampong Wisata merupakan Raqan inisiatif DPRK Aceh Besar lewat Badan Legislasi (Banleg), telah melewati proses pembahasan tingkat I dan II sebelum ditetapkan sebagai Qanun.
Rapat dipimpim Ketua Abdul Mucthi, S. I. Kom didampinig Wakil Naisabur, S. Kom dan Muhsin, S. Si. Turut hadir Wakil Bupati Drs. Syukri A. Jalil didampingi Sekda Bahrul Jamil, S.Sos., M.Si dan Sekretaris Dewan Ardiansyah, SE., MM.